saat mencuba menyekat titisan air mata itu,
daku rasekan sebuah bebanan yang ditanggung,
tidak ku tergambarkan bebanan itu,
tidak terucap langsung sebarang kata sakit
yang bisa disandarkan maksudnya
seperti mana sakit yang daku
kandungkan selama setahun 7 bulan daku merindui
seorang insan...
sakit itu, tiidak bisa digambarkan
tidak seperti rinduku pada orang-orang yang aku bisa merindu dengan tenangnya
kerana merindui Mu,
seorang insan
seperti merindui seorang putera kayangan
yang hanya di dalam sebuah khayalan...
kadang-kadang, apabila aku melihat
semangat juang yang lain..
ia seperti menggoyahkan langkah ini.
namun...
disaat aku goyah dan terus berdoa,
kerap kali aku dianugerahkan sebuah kekuatan untuk bertahan demi mu
dan disaat itu, aku bangun demi Mu kembali
berilah aku peluang,
berilah aku sebuah kesempatan..
#notakaki: saat otak sedang sumbat
No comments:
Post a Comment